Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan


Membuat ucapan Idul Fitri 2023 bisa dilakukan dengan mudah menggunakan sejumlah aplikasi di ponsel. 
Setelah selesai dibuat, ucapan tersebut bisa langsung dibagikan melalui media sosial maupun aplikasi pesan seperti WhatsApp maupun Instagram.  
Berikut aplikasi dan cara membuat ucapan Idul Fitri yang bisa dilakukan melalui ponsel, baik Android maupun iOS. 
1. Muslim Pro

Umat Islam yang sudah mengunduh aplikasi Muslim Pro bisa membuat ucapan Idul Fitri menggunakan fitur yang tersedia di dalamnya. 
Aplikasi tersebut bisa diunduh di ponsel dengan sistem operasi Android maupun iOS dan cara login-nya bisa menggunakan email. 
  • Unduh Muslim Pro 
  • Setelah diunduh, buka Muslim Pro 
  • Centang pilihan pada halaman pembuka 
  • Pada halaman muka, klik tanda “titik tiga” 
  • Gulir layar lalu pilih “Kartu Ucapan” 
  • Pilih “Selamat Hari Raya Idul Fitri” 
  • Pilih gambar 
  • Lakukan kostumisasi ukuran tulisan dan font 
  • Jika sudah, klik “Kirim” pada bagian pojok kanan atas layar. 
  • Ucapan Idul Fitri dari Muslim Pro bisa dikirim melalui WhatsApp, Telegram, maupun media sosial.
2. Canva 

Aplikasi seribu umat ini bisa dimanfaatkan untuk membuat ucapan Idul Fitri secara mudah dan cepat. 
Berikut cara membuat ucapan Idul Fitri menggunakan Canva: 
  • Unduh Canva di ponsel di Google Play Store maupun App Store 
  • Ketikkan “Idul Fitri” pada kolom pencarian Pilih ukuran ucapan, bisa format unggahan Instagram, story WhatsApp, atau mode presentasi 
  • Jika sudah, pilih template ucapan Idul Fitri 
  • Lakukan kostumisasi ukuran tulisan dan font 
  • Klik tombol unduh di bagian pojok kanan atas layar 
  • Tunggu ucapan Idul Fitri selesai diunduh lalu kirim ke media sosial atau aplikasi pesan instan. 
3. PicsArt 

Selain Canva, aplikasi PicsArt bisa dimanfaatkan untuk membuat ucapan Idul Fitri melalui ponsel. 
Simak cara-caranya di bawah ini: 
  • Unduh PicsArt di ponsel di Google Play Store maupun App Store 
  • Masuk ke PicsArt menggunakan GMail, Facebook, maupun Snapchat 
  • Ketikkan “Idul Fitri” pada kolom pencarian 
  • Pilih salah satu template 
  • Lakukan kostumisasi ukuran tulisan dan font 
  • Klik “Lanjut” di pojok kanan atas layar 
  • Klik “Simpan” untuk disimpan di ponsel atau “Post” untuk dibagikan kemedia sosial atau aplikasi pesan instan. 
4. Capcut 

Bagi Anda yang ingin membuat ucapan Idul Fitri dalam bentuk video, silakan unduh aplikasi Capcut di ponsel. 
Ikuti cara membuat ucapan Idul Fitri menggunakan Capcut berikut ini: 
  • Unduh Capcut di ponsel di Google Play Store maupun App Store 
  • Masuk ke Capcut menggunakan email atau buat akun baru 
  • Pada halaman muka, pilih menu “Templat” di bar bagian bawah 
  • Ketikkan “Idul Fitri” pada kolom pencarian 
  • Pilih template ucapan Idul Fitri 
  • Klik “Gunakan Templat” 
  • Lakukan kostumisasi foto, video, ukuran tulisan, font, maupun musik latar 
  • Klik “Ekspor” 
  • Klik “Simpan ke perangkat”. 
5. Pinterest 

Selanjutnya, Anda juga dapat membuat ucapan Idul Fitri melalui sejumlah gambar di Pinterest. 
Pinterest adalah aplikasi galeri online yang memungkinkan pengguna menemukan beragam gambar, termasuk kartu ucapan lebaran. 
Pengguna perlu masuk dengan akun Google atau Facebook sebelum menggunakan aplikasi ini. 
Setelah itu, pengguna bisa mencari gambar yang diinginkan berdasarkan kata kunci (keyword), misalnya "ucapan Lebaran". 
Lalu, mereka bisa memilih gambar yang diinginkan, mengunduhnya, serta membagikannya ke kerabat. 
6. Freepik 

Anda juga dapat memilih sejumlah foto ilustrasi Idul Fitri atau Lebaran di situs freepik.com secara gratis.  
Ada sejumlah kartu ucapan selamat Lebaran yang bisa digunakan secara gratis. 
Caranya, Anda cukup memasukan keyword terkait lebaran, misalnya "Idul Fitri", lalu akan muncul banyak pilihan foto dankartu ucapan yang bisa didownload.  
Pengguna bisa menyimpan gambar yang telah dipilih di memori internal ponsel dengan mengklik tombol "Download". 
Selanjutnya Anda bisa membagikan gambar yang telah disimpan ke kerabat melalui aplikasi lain. 
Nah, itu lah sejumlah aplikasi dan situs berbagi foto untuk membuat ucapan Idul Fitri 2023. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara Bikin Ucapan Idul Fitri 2023, Ini Aplikasi, Situs, dan Fotonya", Klik untuk baca
Penulis : Yefta Christopherus Asia Sanjaya
Editor : Rizal Setyo Nugroho

Jakarta - Membaca dan memperbanyak doa pada malam lailatul qadar merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam lailatul qadar. Salah satunya kita dapat membaca doa lailatul qadar untuk orang tua. Sayyid Sabiq dalam Kitab Fiqih Sunnah - Jilid 2 mengatakan, beribadah dan berdoa pada malam lailatul qadar sangat dianjurkan.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Siapa yang mengerjakan salat malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridha Allah SWT, maka dosa-dosanya yang terdahulu diampuni."

Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits yang dinyatakan shahih olehnya, dari Aisyah RA, dia berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah bagaimanakah menurutmu jika aku mengetahui malam lailatul qadar, apa yang mesti aku ucapkan ketika itu? Beliau bersabda, "Ucapkanlah

اللهم إنك عفو كري، تحبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَلَى

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu'anni

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Mulia. Engkau senang memberi maaf, maka maafkanlah aku."

Hal serupa juga dijelaskan oleh Nasrudin Abd Rohim dalam buku Jangan Lelah Berdoa, bahwa pada malam lailatul qadar kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk memperbanyak doa.

Menurutnya, hal itu di sebabkan malam lailatul qadar merupakan malam diturunkannya Al-Qur'an. Malam ini lebih utama daripada 1000 bulan.

Sesuai dengan hadits Ummul Mu'minin Aisyah RA yang meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam lailatul qadar. Hal ini menunjukkan bahwa pada malam lailatul qadar kita dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafaz yang diajarkan tersebut.

Selain membaca doa untuk memohon ampun bagi diri sendiri, bisa juga membaca doa untuk orang tua. Mengutip buku Keutamaan Doa dan Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya Khalilurrahman Al Mahfani berikut bacaan doa untuk orang tua.

Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar untuk Orang Tua

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Rabighfirlii wa liwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayaanii shaghiiraa

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihiku pada waktu kecil."

Doa malam lailatul qadar untuk orang tua tersebut diambil dari penggalan surah Nuh ayat 28 dan surah Al Isra ayat 24.

Mendoakan Orang Tua Merupakan Bentuk Birrul Walidain Mengutip dari Magnet Rezeki Keluarga Amalan-Amalan Sunah untuk Berlimpahnya Rezeki dan Kebahagian Keluarga karya Ustadz Arifin Ibnu Jumani, seorang muslim berkewajiban untuk berbuat baik, memuliakan, tunduk, menghormati, mengasihi, dan menyayangi kedua orang tua.

Allah SWT juga memerintahkan supaya kita berbakti kepada orang tua atau birrul walidain yang disebutkan dalam sejumlah ayat dalam Al-Qur'an. Salah satunya,

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Artinya: "Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik" (QS Al-Israa: 23)

Berbakti kepada orang tua termasuk perbuatan yang paling disukai oleh Allah SWT, seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut,

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَانِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ تَعَالَى قَالَ: الصَّلَاةُ عَلَى وقتها قلتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: ر الْوَالِدَيْنِ قُلْتُ: ثُمَّ أَيَّ؟ قَالَ: اَلْجِهَادُ فِي سَبِيلِ الله

Artinya: "Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas'ud RA berkata, 'Rasulullah saw. bersabda, 'Saya bertanya kepada Rasulullah saw., 'Perbuatan apa yang paling disukai oleh Allah?' Rasulullah menjawab, Shalat pada waktunya." Saya bertanya, "Kemudian apa lagi?' Rasulullah menjawab, 'Berbakti kepada kedua orang tua. Saya bertanya, Kemudian apa lagi? Rasulullah menjawab. Berjuang menegakkan agama Allah." (HR Bukhari dan Muslim)

Lailatul qadar. Foto: Getty Images/iStockphoto/sofirinaja 

Jakarta - Salah satu keistimewaan bulan Ramadan yaitu adanya malam lailatul qadar. Malam lailatul qadar adalah salah satu malam yang paling mulia sebab Allah SWT telah menurunkan wahyu kitab suci Al-Qur'an di malam tersebut. Kemuliaan malam lailatul qadar turut disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Qadr ayat 1-4, bahwasannya Allah SWT berfirman:

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِوَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْر لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ

Artinya: "(1) Sesunggunya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. (2) Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (3) Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (4) Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan." (QS Al-Qadr: 1-4).

Adanya keistimewaan tersebut membuat malam lailatul qadar dicari-cari dan dinantikan oleh umat muslim. Lantas, kapan malam lailatul qadar di tahun 2023?

Kapan Malam Lailatul Qadar 2023? Mengutip dari buku Fiqih Wanita karya M. Abdul Ghoffar, malam lailatul qadar jatuh pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan. Tepatnya, lailatul qadar terjadi pada malam-malam ganjil di bulan tersebut, yakni malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dan dua puluh sembilan.

Pernyataan tersebut didasarkan pada sebuah hadits, bahwasannya Rasulullah SAW pernah bersabda:

يَ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ - رواه أحمد والبخاري وأبو داود

Artinya: "Lailatul qadar itu berada pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadan." (HR Ahmad, Al-Bukhari, dan Abu Dawud).

Selain itu, lailatul qadar dikatakan sering kali jatuh di malam kedua puluh tujuh bulan Ramadan. Sebagaimana Ubay bin Ka'ab pernah bersumpah bahwa lailatul qadar jatuh di malam kedua puluh tujuh. Kemudian ditanyakan kepadanya, "dengan apa engkau mengetahui hal itu?" Ubay menjawab, "Aku mengetahuinya melalui tanda-tanda yang diberitahukan oleh Rasulullah, bahwa matahari akan terbit pada pagi harinya seperti bejana tembaga yang tidak memancarkan sinarnya." (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi).

Apabila dilihat berdasarkan ditetapkannya awal Ramadan 1444 H yang jatuh pada tanggal 23 Maret 2023, maka malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan yang diketahui akan terjadi malam lailatul qadar, akan jatuh pada tanggal berikut:

· Malam 21 Ramadan: Selasa malam - Rabu dini hari, 11-12 April 2023

· Malam 23 Ramadan: Kamis malam - Jumat dini hari, 13-14 April 2023

· Malam 25 Ramadan: Sabtu malam - Minggu dini hari, 15-16 April 2023

· Malam 27 Ramadan: Senin malam - Selasa dini hari, 17-18 April 2023

· Malam 29 Ramadan: Rabu malam - Kamis dini hari, 19-20 April 2023

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Ruhyat Ahmad dalam buku Panduan Ramadhan: Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah menyebutkan beberapa dalil yang menunjukkan tanda-tanda malam lailatul qadar.

Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab r.a., ia berkata:

هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةٍ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا

Artinya: "Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR Muslim no. 762).

Hadits lainnya yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah SAW bersabda:

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةً سَمْحَةُ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةٌ تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيفَةً حَمْرَاء

Artinya: "Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan." (HR Al-Baihaqi dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).

Meski diketahui tanda-tandanya, Ibnu Hajar Al Asqalani berkata,

وَقَدْ وَرَدَ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ عَلَامَاتُ أَكْثَرُهَا لَا تَظْهَرُ إِلَّا بَعْدَ أَنْ تَمْضِي

"Ada beberapa dalil yang membicarakan tanda-tanda lailatul qadar, namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu."

Maka dari itu, tanda-tanda lailatul qadar hakikatnya tidak perlu dicari sebab kebanyakan tanda yang termaktub dalam hadits akan muncul setelah malam itu terjadi. Sebaiknya, umat muslim dapat memperbanyak ibadah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan seraya bermunajat kepada Allah SWT agar dipertemukan dengan malam kemuliaan tersebut.

Berdoa Pada Malam Lailatul Qadar Disebutkan dalam buku Fikih Sunnah Jilid 2 karya Sayyid Sabiq, adapun doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW pada malam lailatul qadar atau sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, yaitu sebagaimana terdapat dalam riwayat hadits berikut.

Dari Aisyah r.a., dia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, 'wahai Rasulullah, bagaimanakah menurutmu jika aku mengetahui malam lailatul qadar, apa yang mesti aku ucapkan ketika itu?' Beliau bersabda, ucapkanlah:

اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌ كَرِيْم تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ يَاكَرِيْم

Latin: Allahumma innaka 'afuwwun kariim, tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii yaa kariim.

Artinya: "Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang Mulia. Engkau senang memberi maaf, maka maafkanlah aku."

Untuk itu detikers jangan sampai kendor beribadah hingga 10 malam terakhir bulan Ramadan ya. Semoga kita dapat meraih malam lailatul qadar.
Sumber


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Di tempat saya bekerja, ada rekan saya yang sering berbuat bohong dan suka menipu orang dalam berdagang, tetapi ia terkadang menjadi imam jika kami shalat berjama’ah. Bagaimana hukumnya bermakmum kepada orang yang demikian? Apakah sah shalat yang kami lakukan? Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Pertanyaan dari Supriyadi, Tangerang)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Menipu atau berbohong kepada orang lain adalah perbuatan dosa. Jika seseorang terus-menerus melakukannya, berarti ia termasuk seorang fasiq. Arti fasiq adalah orang yang melakukan dosa besar atau terus-menerus berbuat dosa kecil. Jadi, orang yang melakukan dosa besar dan belum bertaubat atau yang terus-menerus melakukan dosa kecil adalah orang fasiq.

Hukum bermakmum kepada orang fasiq adalah makruh. Shalatnya sah, tidak batal, tetapi tidak mendapatkan keutamaan berjama’ah. Maka, agar tidak sia-sia berjama’ahnya, bermakmumlah kepada imam yang baik. Tetapi bila Anda belum kenal dengan imamnya, tak perlu Anda selidiki apakah ia seorang fasiq atau bukan. Cukup Anda perhatikan shalatnya benar ataukah tidak, baik dalam bacaannya, khususnya bacaan Al-Fatihah-nya, maupun perbuatan dalam shalatnya, misalnya ia melakukan thuma’ninah ataukah tidak.

Di dalam kitab Fathul Mu`in disebutkan, “Dan dimakruhkan mengikut (bermakmum) kepada orang yang fasiq atau orang yang suka berbuat bid`ah.” Dimakruhkan, karena imam adalah pemimpin kita menghadap Allah. Maka yang diangkat hendaklah orang pilihan. Rasulullah SAW bersabda, “Agar shalat kalian diterima, hendaklah yang mengimami kalian adalah orang yang baik di antara kalian….”